Kenapa Mantan Kekasih Sulit Dilupakan, Ini Jawabannya

1669686068 F28259c96899f41884ac 1024x683

DISPORIA.CO, SAINS – Setiap orang mungkin pasti punya mantan yang masih kepikiran. Entah itu mimpi, lagu, atau cuma minggu sore yang random. Belakangan ini ada penelitian yang memberikan alasan ilmiah kenapa kita sulit sekali melupakan mantan kekasih.

Menurut sebuah studi Universitas Columbia, hampir semua orang pernah memikirkan mantan kekasihnya, dengan wanita melaporkan pikiran yang lebih sering dan lebih intens secara emosional. Oh, dan 60% orang yang sudah menikah mengakui bahwa mantan kekasih mereka terlintas di pikiran mereka lebih sering daripada seharusnya. Jadi, begitulah.

Menurut Hannah Jackson-McCamley, seorang psikoterapis yang berbasis di London dan anggota Asosiasi Konseling dan Psikoterapi Inggris, otaklah yang sebagian besar bertanggung jawab. “Ketika kita jatuh cinta pada seseorang, otak kita membangun jalur saraf yang kuat di sekitar orang tersebut dan kebiasaan yang kita kembangkan saat bersama mereka,” katanya.

“Jalur-jalur ini sangat kuat, dan tubuh kita melepaskan hormon yang membuat kita merasa senang seperti dopamin, serotonin, dan oksitosin. Kemudian kita mengaitkan orang tersebut dengan kesenangan dan akan terus melakukannya, jika kita tidak memutus jejak saraf yang tertinggal di pikiran kita.” Otak lo udah keiket, dan gak minta izin lo buat tetep keiket.

Pesan Dari fantasi-fantasi itu kepada Anda?

Memikirkan mantan gak otomatis berarti hubungan lo saat ini lagi bermasalah. Terobsesi sama mantan bisa jadi cara buat ngelindur dari sesuatu yang belum kelar di hidup lo sekarang, entah itu rasa gak percaya diri, ketidakpuasan di ranjang, atau perasaan umum bahwa ada sesuatu yang hilang.

Kalau mantan terus muncul pas lagi steam-an, Jackson-McCamley bilang jangan kebawa perasaan. “Orang-orang terjebak dalam rasa malu karena pikiran-pikiran itu, tetapi apa yang Anda fantasikan secara seksual tidak selalu berarti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan nyata.” Kadang yang lo kangenin itu dinamika hubungannya, atau fantasi seksual tertentu, atau cuma versi diri lo yang udah lama gak lo pikirkan.

Masalah cinta pertama

Cinta pertama kerasa beda secara neurologis. Bagian otak tempat perasaan cinta awal berkembang letaknya lebih deket sama impuls dasar kita. “Jika kita merasa tidak puas dengan situasi kita saat ini, mungkin ada sesuatu dalam jalur saraf kita yang telah berkembang dalam hubungan awal itu yang kita rindukan lagi,” kata Jackson-McCamley.

Masalahnya, ingatan bakal ngilangin bagian-bagian yang buruk. “Kita tidak akan pernah berusia 19 tahun, muda dan sedang jatuh cinta lagi. Ketika kita hanya mengingat hal-hal yang menyenangkan, kita bisa melupakan apa yang telah merusak hubungan seiring waktu.”

Mereka Yang Bisa Melepaskan

Nih yang bikin orang susah tidur malam-malam. Pikiran “Seandainya aku melakukan ini, mungkin itu akan terjadi” bikin orang terjebak dalam nyalahin diri sendiri dan fantasi “pintu geser” (sliding door fantasies). Jackson-McCamley punya pendapat bagus di sini: “Hubungan masa lalu tidak harus dianggap gagal hanya karena tidak bertahan lama. Hubungan tersebut dapat dilihat apa adanya, dan kita dapat menggunakan informasi itu untuk memperbaiki situasi kita saat ini, daripada memperburuknya.”

Kapan sebenarnya harus bertindak?

Kalau pikiran-pikiran itu terus muncul dan mengganggu hubungan lo, pikirkan kekosongan apa yang diisi sama fantasi tersebut dan apakah lo bisa ngatasinnya secara langsung. Pertimbangkan apa yang lo inginkan secara seksual dan apakah lo sudah komunikasiin ke pasangan lo. Dan kalau mantan lo masih ada di daftar followers IG lo dan ulang tahunnya masih nyantol di kalender lo, Jackson-McCamley ngasih tau kita secara blak-blakan: “Pengingat tidak membantu Anda untuk sembuh.”

Editor: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top