DISPORIA.CO, INTERNASIONAL – Sebuah insiden penembakan mengguncang acara Makan Malam Jurnalis Gedung Putih (White House Correspondents’ Dinner) yang dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Peristiwa ini memaksa Trump dan sejumlah pejabat lainnya yang turut hadir untuk dievakuasi.
Namun, di tengah insiden yang terjadi di Hotel Hilton Washington DC pada Sabtu (25/4) malam waktu AS tersebut, muncul komentar-komentar tidak sedap dari warganet. Salah satu unggahan video yang ramai dikomentari adalah dari akun Instagram @msnownews.
Suara tembakan terdengar dari luar ballroom utama tempat acara berlangsung. Kejadian itu membuat Trump, Ibu Negara Melania, serta para tamu lainnya berlindung di bawah meja. Mereka duduk di deretan kursi sisi kiri podium yang berada di atas panggung. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance berada di sisi kanan.
JD Vance tampak diselamatkan oleh sejumlah pria berjas dan dibawa ke sisi kanan panggung. Tidak lama kemudian, Trump dan Melania yang bersembunyi di bawah meja juga dievakuasi oleh beberapa pria berjas ke sisi kiri panggung. Sesaat setelah itu, pasukan berseragam loreng dengan persenjataan lengkap dan helm naik ke atas panggung.
Menurut laporan CNN, agen Dinas Rahasia (Secret Service) yang bertugas di lokasi terdengar berteriak “tembakan”. Ballroom acara langsung ditutup dan dikunci.
Para tamu yang berada di dalam diarahkan untuk bersembunyi di bawah meja atau membaringkan tubuh di lantai. Agen Secret Service segera berlari menuju Trump, Melania, dan Vance yang berada di atas panggung.
Petugas keamanan juga tampak mengevakuasi Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Mereka semua dibawa ke tempat yang aman.
Direktur FBI Kash Patel yang turut hadir terlihat melindungi pasangannya dengan tubuhnya dan menjatuhkan diri ke lantai. Beberapa menit kemudian, agen Secret Service memberi isyarat kepada agen lain di ruangan bahwa Patel dalam keadaan aman dan telah ditemukan.
Menariknya, peristiwa ini justru memicu kecurigaan dari warganet. Mereka berkomentar di akun IG @msnownews bahwa kejadian tersebut seperti adegan film atau diduga rekayasa.
“Rekayasa. Dia melakukan ini setiap kali popularitasnya menurun untuk mencari simpati,” tuding salah satu netizen.
“Palsu sekali. Kapan orang-orang mau menerima kenyataan? Juga, kalau ini nyata, kenapa mereka malah mengamankan Vance duluan…?” timpal yang lain.
Komentar tajam lainnya: “Ini kelihatan seperti tragedi rekayasa lagi. Semua demi simpati untuk Trump saat dukungannya sedang jatuh.”
Usai insiden itu, Trump mengadakan konferensi pers. Berbicara dari Gedung Putih, Trump menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang pria menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa beberapa senjata.
“Pria itu telah dilumpuhkan beberapa anggota Secret Service yang sangat berani,” ucap Presiden ke-45 dan ke-47 AS tersebut, sebagaimana dilansir CNN pada Minggu (26/4/2026).
“Ruangan itu sangat, sangat aman,” imbuh Trump, seraya menambahkan bahwa serangan terjadi sekitar 50 yard (sekitar 45 meter).
“Sangat jauh dari ruangan,” tandas mantan pengusaha real estate itu.
Editor: Redaksi



