Putin Terancam Dikudeta

20260501 Vladimir Putin Story 1024x576

DISPORIA.CO, INTERNASIONAL – Kremlin dilaporkan sedang memperkuat pengamanan di sekitar Presiden Rusia Vladimir Putin karena meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman dari dalam negeri, termasuk potensi kudeta dan kebocoran informasi rahasia. Berdasarkan laporan intelijen Eropa, diketahui bahwa pengamanan pribadi Putin ditingkatkan secara signifikan.

Para staf terdekat, seperti juru masak, pengawal, hingga fotografer, kini dilarang menggunakan transportasi umum. Mereka juga hanya diizinkan memakai ponsel tanpa akses internet untuk mengurangi risiko penyadapan.

Para pengunjung Kremlin pun harus menjalani pemeriksaan bertingkat. Bahkan, sistem pengawasan tambahan dipasang di kediaman para staf kunci.

Kebijakan ini dilaporkan mulai diterapkan dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah pembunuhan seorang jenderal Rusia pada Desember lalu yang memicu ketegangan di internal aparat keamanan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Kremlin kini semakin resah di tengah tekanan yang datang dari berbagai pihak.

Selain tantangan ekonomi, Rusia juga menghadapi tanda-tanda meningkatnya perbedaan pendapat di dalam negeri serta tekanan militer dalam perang di Ukraina.

“Sejak awal Maret 2026, Kremlin dan Vladimir Putin sendiri telah khawatir tentang potensi kebocoran informasi sensitif, serta risiko rencana atau upaya kudeta,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip CNN International, Senin (4/5/2026).

Tak hanya itu, Putin juga disebut semakin membatasi pergerakannya. Ia dilaporkan mengurangi kunjungan ke sejumlah lokasi rutin, termasuk kediaman pribadinya di wilayah Moskow dan Valdai.

Bahkan, sepanjang tahun ini, ia dikabarkan belum mengunjungi fasilitas militer secara langsung. Sebagai gantinya, Kremlin disebut lebih sering merilis rekaman video yang telah diproduksi sebelumnya untuk menjaga citra kehadiran publik sang presiden.

Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Putin juga disebut kerap menghabiskan waktu berminggu-minggu di bunker yang telah ditingkatkan keamanannya, terutama di wilayah Krasnodar yang berbatasan dengan Laut Hitam.

Di sisi lain, perang yang berkepanjangan mulai memberikan dampak signifikan. Negara-negara Barat memperkirakan korban di pihak Rusia mencapai sekitar 30.000 orang tewas dan terluka setiap bulan.

Tekanan juga datang dari serangan drone Ukraina yang semakin sering menjangkau wilayah Rusia. Ditambah lagi, gangguan layanan komunikasi di kota-kota besar mulai memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat perkotaan.

Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya konflik internal di kalangan elite militer dan keamanan Rusia. Salah satu poin yang mencuat adalah dugaan risiko kudeta yang dikaitkan dengan mantan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan.

“Shoigu dikaitkan dengan risiko kudeta karena ia masih memiliki pengaruh signifikan di dalam komando tinggi militer,” demikian isi laporan tersebut.

Meski demikian, laporan itu tidak menyertakan bukti konkret atas klaim tersebut. Situasi ini dinilai sensitif, mengingat Shoigu sebelumnya dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Putin.

Ketegangan internal juga tercermin dalam pertemuan Kremlin akhir 2025. Kepala Staf Umum Valeri Gerasimov dilaporkan mengkritik Kepala FSB Alexander Bortnikov terkait kegagalan melindungi personel militer.

“Menekankan rasa takut dan demoralisasi yang ditimbulkan di antara personel, Valeri Gerasimov sangat mengkritik rekan-rekannya di dinas khusus karena kurangnya pandangan ke depan,” tulis laporan itu.

Menanggapi situasi tersebut, Putin disebut memperluas peran Dinas Perlindungan Federal (FSO) untuk melindungi hingga 10 komandan senior, bukan hanya dirinya.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui adanya peningkatan ancaman keamanan, terutama dari serangan jarak jauh Ukraina.

“Dengan latar belakang ancaman teroris ini, tentu saja semua tindakan sedang diambil untuk meminimalkan bahaya,” ujarnya.

Langkah pengamanan ini juga berdampak pada perayaan Hari Kemenangan Rusia pada 9 Mei. Parade militer di Lapangan Merah tahun ini disebut akan digelar tanpa alutsista berat seperti kendaraan lapis baja dan rudal, berbeda dari tradisi sebelumnya.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top