Gila, Cacing Berusia 24.000 Tahun Kembali Hidup

Skynews Worm Frozen Siberian 6232712 1024x576

DISPORIA.CO, SAINS – Para ilmuwan berhasil menarik hewan mikroskopis yang mereka panggil “cacing zombie” dari lapisan es abadi Siberia, terus dicairin, dan ngeliatin dia bangun serta bereproduksi. Organisme ini udah beku sejak akhir zaman Pleistosen, zaman di mana mammoth berbulu masih eksis. Dia tidur selama 24.000 tahun dan bangun kayak gak terjadi apa-apa aja.

Makhluk ini namanya rotifera bdelloid, hewan multiseluler kecil seukuran setengah milimeter yang biasanya hidup di air tawar. Mereka udah terkenal di kalangan ilmuwan karena hampir gak bisa mati—tahan radiasi, dehidrasi, suhu dingin ekstrem, dan kadar oksigen rendah. Para peneliti dari Laboratorium Kriologi Tanah Rusia ngebor sedalam sekitar 11,5 kaki di wilayah Sungai Alazeya, Siberia timur laut, ngambil sampel inti, dan ngelakuin penanggalan karbon buat ngira-ngira umurnya antara 23.960 sampe 24.485 tahun. Trus mereka cairin tuh sampel.

Rotifera-nya gak cuma bergerak, tapi juga bereproduksi secara aseksual—bikin lebih banyak organisme yang mirip sama dirinya. Makhluk ini ngekloning dirinya sendiri. Para ilmuwan sampe kewalahan buat ngebedain mana organisme kuno dan mana keturunan barunya sebelum populasinya meledak pesat.

Mekanisme bertahan hidup ini namanya kriptobiosis, kondisi di mana aktivitas metabolisme turun sampe hampir nol. Organisme ini masuk ke mode “pause” biologis—gak mati, tapi juga gak hidup seutuhnya, cuma nunggu. Mereka nghentiin metabolisme dan ngumpulin senyawa tertentu, kayak protein pendamping (chaperone protein), yang bantu mereka pulih dari kriptobiosis pas kondisinya membaik, kata peneliti utama Stas Malavin dalam sebuah pernyataan.

“Laporan kami adalah bukti terkuat hingga saat ini bahwa hewan multiseluler dapat bertahan selama puluhan ribu tahun dalam kondisi kriptobiosis, yaitu keadaan metabolisme yang hampir sepenuhnya terhenti,” kata Malavin.

Nah, yang bikin ini jadi terobosan gila adalah kecanggihan organisme-nya. Kehidupan bersel tunggal dan struktur sederhana emang udah pernah dihidupin lagi dari es sebelumnya. Tapi hewan multiseluler dengan saluran pencernaan dan sistem saraf sederhana yang bisa bertahan 24 milenium dalam keadaan beku? Itu mah beda level. Batas yang sebelumnya diketahui buat rotifera bdelloid dalam keadaan kriptobiotik cuma sekitar enam sampe sepuluh tahun. Ini ngepanjangin waktu tersebut sekitar 2.400 kali lipat!

Ada juga sisi seremnya sih. Saat lapisan es abadi mencair dengan kecepatan yang makin cepet, mikroba, bakteri, dan virus purba yang terkunci di dalam es selama ribuan tahun mulai keluar. Emang sih, belum ada virus yang dicairin sejauh ini yang terbukti bikin penyakit ke manusia, tapi para ilmuwan tetep ngawasin situasi ini dengan saksama. Seekor rotifera berusia 24.000 tahun yang bangun di laboratorium terkontrol mah hasilnya seru. Tapi proses yang sama yang terjadi di ribuan mil daratan Arktik yang mencair? Itu mah cerita yang beda.

Soal apakah ini bikin kita makin deket ke kriopreservasi manusia, para peneliti masih belum yakin. Rotifera itu relatif sederhana. Manusia? Gak. Kerusakan seluler yang terjadi pas pembekuan dan penghidupan kembali mamalia masih jadi masalah yang jauh dari kata selesai. Jarak antara invertebrata air tawar seukuran setengah milimeter sama manusia, secara ilmiah, itu maha jauh.

Tapi ya, makhluk yang lahir jaman Zaman Es baru aja ngelahirin anak di laboratorium Rusia. Itu mah keren banget, gila abis!

Editor: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top